Share the joy

Kenali Penyebab Anak Kucing Hiperaktif dan Cara Menanganinya

Posted on: | Author:Team Petfood
kucing hiperaktif

Mempunyai anak kucing yang lincah dan aktif tentu membuat hati Pet Pals senang. Namun, bagaimana jadinya kalau kucing kesayangan justru berubah menjadi hiperaktif dan lebih banyak tingkah daripada biasanya? Tentu saja kucing hiperaktif bisa membuat pemiliknya khawatir karena ada masalah pada anabul kesayangannya.

Bukan tanpa alasan anak kucing menjadi hiperaktif sehingga mereka berusaha mencari perhatianmu. Justru ada beberapa alasan yang perlu dipahami supaya kamu bisa tahu cara mengatasinya.

Langsung simak artikel ini untuk mengetahui penyebab anak kucing hiperaktif dan langkah yang bisa kamu lakukan untuk menanganinya!

Penyebab Anak Kucing Hiperaktif

Kucing memang merupakan makhluk yang lincah dan penuh energi. Namun, ada beberapa faktor tertentu yang membuatnya hiperaktif. Apa saja alasannya? Lihat penjelasan di bawah ini!

1. Bosan

Si Mpus bisa menjadi hiperaktif karena mereka tidak mendapatkan cukup stimulasi dan interaksi dari pemiliknya. Seperti halnya anak-anak manusia, anak kucing juga membutuhkan kegiatan dan permainan yang menyenangkan untuk menghabiskan energinya.

Kalau kucing kamu tidak memiliki mainan atau aktivitas yang menarik di sekitarnya, si Mpus akan mencari cara untuk menghabiskan energinya dengan berlarian ke sana-kemari. Kurangnya stimulasi bisa menyebabkan si Mpus merasa bosan dan gelisah sehingga cenderung bertingkah lebih hiperaktif.

2. Naluri Predator

Walaupun anak kucing kesayangan kamu tampak menggemaskan, mereka sejatinya adalah predator kelas atas. Kucing memiliki naluri predator yang kuat yang membuatnya waspada dan senang mengejar objek yang bergerak.

Naluri ini merupakan bagian dari insting dasar kucing untuk bertahan hidup dan mencari makanan di alam liar. Saat tinggal di rumah, si Mpus memang tidak perlu berburu untuk mencari makanan, tetapi naluri predator ini tetap ada dalam dirinya.

Naluri ini bisa menyebabkan si Mpus berperilaku hiperaktif karena mereka selalu ingin mengejar dan menangkap objek yang bergerak, termasuk jari-jemari kamu yang bergerak cepat atau bayangan pada dinding. Si Mpus juga bisa berlari-larian dengan cepat karena menganggap rumah sebagai area teritorial mereka yang harus dijaga.

3. Lebih Aktif pada Malam Hari

Kucing adalah makhluk nokturnal. Artinya, mereka lebih aktif di malam hari. Ini adalah sifat bawaan dari keturunan kucing sebagai pemburu di alam liar yang aktif mencari makan pada malam hari. Saat malam tiba, mereka merasa lebih bergairah dan bersemangat untuk bermain dan bergerak.

4. Ada Kutu yang Menggigitnya

Kutu adalah parasit yang sering menggigit kulit kucing untuk memakan darahnya. Gigitan kutu menyebabkan rasa gatal yang membuat kucing tidak nyaman. Ketika kucing merasa gatal, mereka cenderung merasa gelisah dan terus-terusan menjilat atau menggaruk bagian tubuh yang terasa gatal.

5. Feline Hyperesthesia Syndrome (FHS)

Bisa jadi si Mpus lebih hiperaktif karena mengidap Feline Hyperesthesia Syndrome atau FHS. FHS adalah kondisi medis yang jarang terjadi pada kucing dan dapat menyebabkan perilaku yang hiperaktif.  Kondisi ini dapat muncul baik pada kucing dewasa maupun kecil.

Kucing yang menderita FHS bisa menunjukkan tanda-tanda seperti menggigit ekor mereka sendiri, menjilat berlebihan, atau melompat-lompat tanpa alasan yang jelas. Penyebab pasti FHS belum sepenuhnya dipahami, tetapi diduga berkaitan dengan masalah neurologis dan gangguan sistem saraf.

6. Sedang Berkembang

Sama seperti manusia pada umumnya, kucing akan lebih aktif dan senang bermain ketika mereka masih berusia muda. Selain senang beraktifitas, anak kucing juga akan senang menggigit banyak hal, mulai dari mainannya, barang-barang di rumah, hingga teman bermainnya. Pada usia muda juga mereka akan belajar, umumnya oleh kucing yang lebih dewasa, seberapa kerasa mereka dapat menggigit agar lawan bermain tidak kesakitan.

Cara Agar Anak Kucing Tidak Hiperaktif pada Malam Hari

Kucing yang hiperaktif, terutama pada malam hari, tentu membuat Pet Pals merasa gelisah. Malam hari yang seharusnya digunakan untuk tidur malah menjadi tidak tenang karena digunakan sebagai waktu bermain si Mpus. Untuk mengatasi masalah ini, lakukan enam langkah berikut:

1. Pastikan Kucing Aktif pada Siang Hari

Anak kucing yang aktif pada siang hari cenderung merasa lebih lelah pada saat malam hari tiba sehingga mereka tidur lebih pulas. Kamu bisa merencanakan sesi bermain pada siang hari dengan beragam mainan interaktif yang menarik. Mainkan laser pointer atau tali mainan supaya si Mpus bergerak aktif dan bersenang-senang. Jangan lupa juga untuk memberikan sesi bermain yang cukup, supaya si Mpus merasa puas dan lebih tenang pada malam hari.

2. Ajak Kucing Bermain ke Luar Rumah

Luangkan waktu untuk mengajak si Mpus bermain di luar rumah agar tidak hiperaktif pada malam hari. Bermain di luar rumah dapat memberikan stimulasi tambahan pada kucing dengan menjelajahi area di sekitarnya. Cahaya matahari yang terpapar di luar rumah bisa membantu mengatur ritme sirkadian si Mpus sehingga dia akan lebih tenang saat malam tiba.

Pastikan si Mpus bermain di luar rumah di area yang aman dan bebas dari bahaya. Jangan lupa untuk selalu mengawasi mereka agar tetap terjaga keamanannya. Bukan hanya si Mpus, kamu pun akan merasa lebih bahagia karena bisa menghabiskan waktu berkualitas dengan anabul kesayanganmu.

3. Ubah Jadwal Makan Kucing

Anak kucing hiperaktif bisa diatasi dengan mengubah jadwal makannya. Berikan makanan sesuai dengan jadwal teratur dan porsi yang tepat. Hindari memberikan terlalu banyak porsi makanan pada malam hari karena bisa menyebabkan si Mpus lebih bersemangat dan aktif, sementara pada siang hari kucing malah terlihat lesu. Bagi makanan dengan porsi yang sesuai dengan petunjuk pemberian makanan pada kemasan produk.

Selain itu, coba variasikan cara memberi makan si Mpus. Gunakan puzzle feeder atau mainan makanan yang akan membuat kucing berusaha sedikit lebih keras untuk mendapatkan makanannya. Cara ini bisa mengurangi kebosanan pada si Mpus karena dia lebih fokus pada cara mendapatkan makanannya, seperti berburu di alam liar.

4. Pindahkan Kandang Kucing

Pet Pals mengandangi kucing di rumah? Pastikan kandang yang digunakan mempunyai ruang yang cukup bagi si Mpus untuk bergerak dan bermain. Kandang yang terlalu kecil bisa membuat kucing merasa terbatas sehingga mereka lebih hiperaktif.

Pilihlah kandang yang cukup besar dan dilengkapi dengan mainan dan tempat beristirahat yang nyaman supaya si Mpus memiliki lingkungan yang lebih baik dan bisa lebih rileks. Perbarui juga mainan si Mpus secara berkala untuk menghindari kejenuhan. Kucing senang dengan mainan yang berbeda-beda, jadi berikan variasi mainan agar si Mpus tidak mudah bosan dan tetap aktif di dalam kandangnya.

5. Pisahkan Kucing dari Kamar Tidur

Agar si Mpus tidak mengganggu tidur kamu pada malam hari, pertimbangkan untuk memisahkan mereka dari kamar tidur. Biarkan si Mpus tidur di tempat yang nyaman dan tenang sehingga mereka tidak merasa perlu bermain ketika kamu ingin istirahat. Pisahkan tempat tidur si Mpus dari tempat tidur kamu dan buatlah tempat tidur yang nyaman di ruangan terpisah.

6. Sediakan Teman

Kucing, baik sudah dewasa ataupun masih muda, membutuhkan teman bermain. Teman bermain dapat membantu mereka menyalurkan energi mereka ketika siang atau pagi hari sehingga pada malam hari mereka akan kehabisan energi dan bisa tidur atau istirahat lebih awal.

7. Berkonsultasi ke Dokter Hewan

Kalau kamu sudah mencoba berbagai cara tetapi si Mpus tetap hiperaktif, segera konsultasikan masalah ini ke dokter hewan. Pastikan tidak ada masalah kesehatan yang mendasarinya yang bisa memengaruhi perilaku kucing kamu. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan saran yang tepat untuk mengatasi masalah kucing hiperaktif ini.

Kini, Pet Pals tidak perlu bingung lagi menghadapi anak kucing hiperaktif karena penyebab dan cara menanganinya sudah dibahas lengkap dalam artikel ini. Selain menjaga agar anak kucing tidak hiperaktif, pastikan kamu memberikan makanan kucing dari CPPETINDO dengan kandungan gizi yang kaya dan mendukung pertumbuhannya.

Bolt Salmon Kitten Half Moon bisa menjadi pilihan yang tepat untuk anabul kesayanganmu. Selain karena rasa daging yang lezat, Bolt Salmon Kitten Half Moon mengandung protein untuk menunjang pertumbuhan anak kucing, mendukung pembentukan gigi dan tulang, serta mampu meningkatkan fungsi pencernaan. Klik di sini dan dapatkan produknya hanya di e-commerce kesayanganmu! Fasilitasi tumbuh-kembang si Mpus hanya dengan makanan kucing andalan dari CPPETINDO!banner bolt