Sterilisasi Anjing: Manfaat bagi Kesehatan dan Efek Samping yang Harus Diketahui

30 November 2023 09.00

Memelihara anjing kesayangan tentunya merupakan komitmen jangka panjang. Pet Pals perlu memutuskan beberapa pertimbangan penting untuk masa depan Si Guguk. Sterilisasi anjing adalah salah satunya. Banyak pemilik anjing yang kerap mengambil keputusan ini karena beberapa alasan.

Alasan sterilisasi anjing biasanya selalu berkaitan dengan masalah populasi yang sudah membludak. Faktanya, sterilisasi tidak hanya berbicara tentang pembatasan populasi anjing atau mengurangi hewan peliharaan di rumah. Sterilisasi justru memberikan manfaat kesehatan bagi Si Guguk.

Baca terus artikel ini supaya kamu bisa memahami tentang sterilisasi anjing sebagai bahan pertimbangan dalam memutuskan hal penting ini.

Mengapa Anjing Kesayangan Perlu Disterilisasi?

Anjing kesayangan perlu disterilisasi karena berdampak positif pada kesehatannya. Berikut adalah manfaat dari sterilisasi hewan kesayanganmu.

1. Anjing Lebih Panjang Umur

Infeksi ovarium dan rahim serta kanker payudara merupakan penyakit berbahaya yang bisa memengaruhi hampir setengah dari populasi anjing betina yang ada di dunia. Begitu pula dengan anjing jantan, mereka rentan terkena risiko kanker testis apabila area vital tersebut tidak terjaga kebersihannya atau ada kotoran yang sering menempel.

Sterilisasi dilakukan sebelum musim kawin pertama Si Guguk supaya mereka bisa mendapatkan perlindungan terbaik dari dua penyakit mematikan ini.

2. Anjing Jantan Tidak Berkeliaran Jauh dari Rumah

Anjing jantan yang tidak disterilisasi bisa melakukan berbagai upaya untuk mencari pasangan kawin. Mereka bahkan menggali lubang di bawah pagar untuk melarikan diri dari rumah.

Nah, kalau anjing kesayanganmu bebas berkeliaran, mereka berisiko tinggi mengalami kecelakaan lalu lintas atau bahkan berkelahi dengan anjing jantan lainnya dalam memperebutkan anjing betina. Dengan sterilisasi, semua masalah ini dapat dihindari.

3. Perilaku Anjing Jantan Lebih Sopan

Perilaku anjing kesayangan yang sudah disterilisasi ikut berubah sehingga mereka lebih fokus berinteraksi dengan kamu dan seisi rumahmu. Tentunya kamu senang kalau Si Guguk lebih dekat ke kamu daripada berkeliaran di luar, bukan?

Lain halnya kalau belum disterilisasi, Si Guguk menandai wilayah mereka dengan mengeluarkan air seni yang berbau menyengat di seluruh rumah. Sterilisasi dini dapat mencegah masalah ini.

4. Baik untuk Lingkungan

Coba Pet Pals bayangkan jika Si Guguk tidak disterilisasi. Mereka akhirnya kawin dan melahirkan anak anjing dalam jumlah banyak. Tidak sedikit pemilik anjing yang tidak mampu menampung semua anak anjing tersebut sehingga mereka berakhir menjadi hewan liar yang hidup di jalanan.

Populasi anjing liar ini tentunya dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti memangsa satwa liar lainnya, menyebabkan kecelakaan lalu lintas, merusak ekosistem lokal, bahkan menakut-nakuti anak-anak. Intinya, sterilisasi anjing memberikan manfaat jangka panjang, yaitu mengurangi jumlah anjing liar di jalanan, khususnya anak anjing yang sering ditinggalkan karena pemiliknya tidak mampu merawatnya.

5. Lebih Hemat Biaya daripada Menambah Anjing Peliharaan

Apabila dibandingkan, biaya sterilisasi anjing jauh lebih rendah daripada biaya perawatan anak anjing yang lahir nantinya. Mulai dari pemberian makanan, menambah tempat tinggal dan peralatan, bahkan biaya ketika mereka sakit pun cukup besar.

6. Anjing Tidak Kegemukan

Salah satu manfaat sterilisasi bagi kesehatan anjing adalah mencegah obestias. Sterilisasi dapat mengurangi risiko kelebihan berat badan yang menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti penyakit sendi, penyakit pernapasan, diabetes, kanker, dan gangguan jantung. Namun, pemilik kamu harus selalu mengontrol asupan makanan dan menjaga Si Guguk tetap aktif karena itulah langkah efektif untuk mencegah obesitas.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mensterilkan Anjing?

Sterilisasi bisa dimulai ketika Si Guguk belum memasuki usia pubertas, yaitu sekitar 7 sampai 10 bulan. Kalau kamu memelihara anjing dengan ras besar, kamu perlu mengetahui bahwa masa pubertas mereka berlangsung sedikit lebih lama. Alhasil, kamu harus menunda sterilisasi ketika mereka sudah sedikit lebih tua. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mendapatkan saran waktu yang tepat untuk sterilisasi yang aman dan nyaman bagi Si Guguk.

Untuk anak anjing betina, sebaiknya kamu tidak melakukan sterilisasi sebelum mencapai usia tiga bulan. Sterilisasi lebih awal dapat menyebabkan masalah kesehatan pada kemudian hari. Jika memutuskan untuk mengangkat indung telur anak anjing betina sebelum berusia empat tahun, mereka memperoleh manfaat kesehatan tambahan, yaitu mengurangi risiko infeksi rahim.

Proses Sterilisasi Anjing yang Baik

Seperti apa proses sterilisasi anjing yang sesuai dengan prosedur kesehatan? Yuk, kita simak alurnya di bawah ini.

1. Sebelum Operasi Bedah

Bukan hanya dokter hewan yang terlibat dalam proses sterilisasi. Kamu sebagai pemiliknya pun berpartisipasi dengan memastikan kesehatan Si Guguk sebelum operasi pembedahan. Inilah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk Si Guguk:

  • Makanan: Si Guguk harus berpuasa selama 6-8 jam sebelum diberikan anestesi. Kamu bisa memberikan makan malam pada malam sebelumnya, tetapi tidak memberikan makan pada pagi hari atau camilan. Perut Si Guguk harus berada dalam kondisi kosong supaya tidak mengalami refluks dan tersedak saat dibius.
  • Air Minum: Kamu bisa memberikan minuman untuk anjing kesayangan maksimal 2-3 jam sebelum operasi.
  • Kesehatan: Kalau Si Guguk tidak sehat beberapa hari sebelum operasi, beri tahu dokter hewan agar mereka bisa memeriksa dan memastikan anjing kesayanganmu cukup sehat untuk operasi.
  • Kebersihan: Pastikan Si Guguk tetap bersih selama operasi dan mandikan sehari sebelumnya jika terlalu kotor.

2. Saat Operasi Bedah

Setelah memastikan Si Guguk siap untuk operasi, dokter hewan akan memberikan obat pereda nyeri dan obat penenang ringan. Si Guguk kemudian ditempatkan kandang yang hangat dan nyaman sambil menunggu obat penenang mulai bekerja. Setelahnya, Si Guguk diberikan anestesi sebagai tanda sterilisasi akan dimulai. Si Guguk kemudian diawasi dengan cermat saat sayatan dipotong dan dibersihkan sebagai langkah awal prosedur.

Jika anjing kesayanganmu berjenis kelamin betina, dokter hewan membuat sayatan kecil di bagian tengah perut untuk mengangkat ovarium dan rahimnya. Untuk anjing jantan, dokter hewan membuat sayatan kecil tepat di atas testis agar kedua testis dapat dikeluarkan. Kalau testisnya tidak turun alias satu atau dua testis tertahan, dokter hewan perlu membuat dua sayatan untuk memandulkannya.

3. Sesudah Operasi Bedah

Setelah melalui prosedur sterilisasi, dokter hewan harus menunggu sampai Si Guguk bangun dari pengaruh anestesi yang diberikan. Mereka kemudian ditempatkan di kandang yang hangat dan nyaman untuk proses pemulihan. Kebanyakan anjing dapat pulang beberapa jam setelah operasi, tetapi jika Si Guguk membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari anestesi, mereka perlu diawasi lebih lama dengan tinggal di kandang.

Efek Samping dari Sterilisasi Anjing

Prosedur sterilisasi tentunya menyebabkan efek samping untuk Si Guguk. Seperti apa efek sampingnya?

1. Rasa Tidak Nyaman dan Nyeri

Rasa tidak nyaman dan nyeri biasanya muncul pada area organ reproduksi yang telah dioperasi. Selain itu, rasa nyeri ini biasanya akan terasa beberapa hari setelah prosedur operasi dilakukan. Jika Si Guguk masih merasa nyeri setelah operasi selesai, rasa tidak nyaman ini akan berlanjut hingga bekas operasi benar-benar sembuh.

2. Sering Merasa Haus

Setelah menjalani sterilisasi, anjing cenderung merasa lebih haus daripada sebelumnya. Namun, kamu harus tetap membatasi asupan air mereka. Jika Si Guguk minum terlalu banyak, mereka lebih sering buang air kecil dah hal ini bisa membuat bekas operasi tetap basah dan sulit untuk mengering.

3. Sering Buang Air Kecil

Dikutip dari Pet Play, salah satu efek samping dari sterilisasi pada anjing betina adalah sering buang air kecil. Hal ini bisa jadi karena anjing merasa haus dan sering minum. Untuk mengatasinya, pet pals sebaiknya menghubungi dokter hewan untuk meminta tindakan medis.

3. Penurunan Nafsu Makan

Pada beberapa anjing, mereka bisa mengalami penurunan nafsu makan setelah sterilisasi karena rasa sakit yang dirasakan. Jangan diabaikan kalau efek samping ini berlanjut dalam waktu yang lama dan kamu sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter hewan.

4. Mata yang Lesu

Tidak hanya manusia, anjing juga dapat memiliki mata yang terlihat lesu setelah menjalani operasi. Hal ini biasanya terjadi karena mereka sedang mengatasi rasa sakit pasca operasi.

Sterilisasi anjing merupakan pertimbangan yang harus dipikirkan dengan matang. Walaupun manfaatnya cukup banyak, Pet Pals tetap perlu memperhatikan waktu yang tepat bagi Si Guguk untuk melakukan sterilisasi. Sediakan juga keperluan anabul kesayanganmu sebelum menjalani sterilisasi dengan memberikan makanan makanan anjing terbaik Nature Bridge Vet Fast Recovery & Immune dari CPPETINDO. Produk ini adalah food therapy bagi si Guguk supaya mereka mendapatkan energi yang cukup serta mempercepat proses pemulihannya setelah menjalani prosedur sterilisasi. Klik di sini dan dapatkan produk makanan anjing unggulan hanya untuk Si Guguk!